Labels

Tampilkan postingan dengan label Rhoma Irama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rhoma Irama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016

Mandul



Rhoma Irama + Elvi Sukaesih

Sepuluh tahun sudah kita berumah tangga
Tapi belum juga mendapatkan putra
Jangan kau sedih jangan berduka
Mohon pada-Nya dalam berdoa

Sebagai seorang isteri ku merasa sedih
Ku takut dirimu kecewa padaku

Reff.

Cintaku padamu tak akan pudar
Walau seumur hidupmu dalam kemandulan
Cintaku padamu tak akan pudar
Walau seumur hidupmu dalam kemandulan

Kurasa tiada sempurna kebahagiaan kita
Tanpa adanya seorang putra belahan jiwa

Rabu, 17 Februari 2016

Tung keripit

Penyanyi : Rhoma Irama

*)

Tung keripit ahai tulang bawang
Kalau bibir tergigit sakit bukan kepalang
Tung keripit ahai tulang bawang
Kalau pacar yang gigit sakit tak mau bilang

Reff.

Walaupun sakit tapi tidak dirasa
Itu karena adanya rasa cinta
Cinta bisa menghilangkan rasa sakit

Dan juga bisa menimbulkan penyakit

Kembali ke *)

Taqwa

Penyanyi : Rhoma Irama

Yang miskin jangan bersedih
Dan jangan sesali diri
Yang kaya janganlah bangga
Jangan membusungkan dada

Derajat manusia di sisi Tuhannya
Bukan karena hartanya
Derajat manusia di sisi Tuhannya
Hanya karena taqwanya

Dari itu bertaqwalah
Dalam hidup yang tak punya
Dari itu bertaqwalah
Dalam hidup yang berharta

Reff.

Firman Tuhan di dalam kitab suci-Nya Alqur'an
Miskin dan kaya itu sama
Sesungguhnya keduanya itu hanya ujian
Bagi orang-orang beriman

Mampukah si miskin menjalani penderitaan
Berimankah dia di dalam kekurangan
Mampukah si kaya mengendalikan hawa nafsunya
Berimankah dia di dalam kelebihan
Share lyrics on Facebook




Tabir Kepalsuan

Penyanyi : Rhoma Irama

Ternyata hatimu buta
Buta karena tabir kepalsuan

Kucoba untuk tidak putus asa
Membuka mata hatimu
Kucoba menguakkan tabir
Penghalang cintamu dan cintaku

‘Ku tahu kau terjerat dan terbenam
Dalam kepalsuan
Cinta tak dapat lagi membedakan
Siapa dan yang mana

Wahai angin pengembara
Terbangkan tirai penghalang di hatinya
Agar merasakan getarannya jiwa
Wahai burung duta suara
Dendangkan lagu untuknya tentang cinta
Agar hirau akan hatiku yang lara

Apakah belum juga kau mengerti
Atau memang tiada cinta lagi

Telah kupaparkan segalanya padamu
Siapa diriku
Kini kuserahkan kepadamu untuk
Menentukan sikapmu
‘Kan kuterima itu walaupun hati
Pedih dan merana
Karena ‘ku tahu tak seorang pun bisa
Memaksakan cinta


Oh, oh, oh, oh

Senandung Rindu

Penyanyi : Rhoma Irama & Nur Halimah

Duet:
La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la
La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la

Wanita:
Awan hitam telah berlalu
Terbitlah kini cahaya harapan

Pria:
Kabut duka telah sirna
Nampaklah kini pantai bahagia

Duet:
Dag kedig kedag dug hatiku dag-dig-dug
Bar debur kedebar hatiku tak sabar
Dag kedig kedag dug hatiku dag-dig-dug
Bar debur kedebar hatiku tak sabar
Lama sudah khayal cinta
Sanding berdua di biduk cinta

Pria:
Besar gunung tak sebesar harapanku
‘Tuk menyuntingmu bunga pujaanku

Wanita:
Luas laut tak seluas nuraniku
‘Tuk menyambutmu, kumbang impianku

Wanita:
Satu hari bak sewindu
Menanti tiba saat bermadu

Pria:
Seribu kata tak ‘kan bisa
Mengungkap rindu untuk berpadu





Roda kehidupan

Penyanyi : Rhoma Irama

Sedih hati sedih, pedih sangat pedih
Cobaan tumpang-tindih silih berganti
Luka hati luka, dalam sangat dalam
Air mata jangan tertumpahkan
Apa pun derita, apa pun sengsara
Kucoba tersenyum dan tersenyum lagi

Roda kehidupan dunia berputar
Mewarnai nasib manusia
Suka dan terkadang duka
Dalam kehidupan dunia
Tiada insan yang bebas dari cobaan

Baik bagi si miskin ataupun yang kaya
Baik bagi jelata atau yang berjaya
Lain orang lain ujian

Itulah keadilan Tuhan

Kata Pujangga

Penyanyi : Rhoma Irama 

Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Taman suram tanpa bunga

Ada yang dicinta giat bekerja
Entah apa entah siapa
Karena cinta jiwa gairah
Tanpa cinta hidup pun hampa

Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Tapi jangan cinta buta

musik...

Soal cinta soal kita
Cinta kebutuhan manusia
Siapa saja memerlukannya
Karena cinta punya daya

Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga

Yee... ha! Yeh!


Rana duka

Penyanyi : Rhoma Irama 

Merana memang merana, kalau putus cinta

Merana memang merana, kalau putus cinta
Berduka tentu berduka, kalau gagal cita
Tetapi jangan sampai jadi putus asa
Dan jangan sampai jadi gelap mata
Merana boleh merana, serananya saja
Berduka boleh berduka, sedukanya saja

Reff.

Jangankan cuma tersayang
Nyawa pun bisa melayang
Jangankan cuma tercinta
Raga pun pasti bisa terpisah
Jangankan cuma sukaan
Semesta pun ditinggalkan
Semuanya di dunia berpisah

Makanya kalau menyinta, jangan sepenuhnya
Makanya kalau bahagia, jangan sampai lupa
Sehingga kalau tiba saatnya berpisah
Tak terlalu kecewa tak terlalu parah
Merana boleh merana, serananya saja

Berduka boleh berduka, sedukanya saja

Pertemuan

Penyanyi : Rhoma Irama & Nur Halimah 

Wanita:
Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan
Pria:
Sakit karena perpisahan kini telah terobati
Kebahagiaan yang hilang kini kembali lagi

Duet:
Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan

Reff.

Wanita:
Rindu yang selama ini sudah membeku
Pria:
Mencair diterpa cinta dalam senandung
Wanita:
Cinta yang selama ini sudah menggunung
Pria:
Tercurah sudah penuh dengan kemesraan

Wanita:
Tak ingin lagi berpisah
Pria:
Cukup sekali berpisah
Wanita:
Tak ingin lagi merana
Pria:

Cukup sekali merana

Pantun Cinta

Penyanyi : Rhoma Irama & Elvi Sukaesih

Pria:
Banyak bunga di taman cuma satu kupetik
Banyak anak perawan cuma Adik yang cantik

Wanita:
Banyak buah semangka dibawa dalam sampan
Banyak anak jejaka cuma Abang yang tampan

Pria:
Berjuta bintang di langit
Satu yang bercahaya
Berjuta gadis yang cantik
Adiklah yang kucinta

Wanita:
Pandai Abang merayu, hatiku rasa malu

Pria:
Rumah atapnya tinggi terbuat dari bambu
Cuma Adik kupilih dan yang selalu kurindu

Wanita:
Gunung puncaknya tinggi tertutup oleh salju
Memang Abang kupilih dan yang selalu kurindu

Menunggu

Penyanyi : Rhoma Irama & Rita Sugiarto

Wanita:
Sekian lama aku menunggu
Untuk kedatanganmu
Bukankah engkau telah berjanji
Kita jumpa di sini
Datanglah, kedatanganmu kutunggu
Telah lama, telah lama ‘ku menunggu

Derita hidup yang kualami
Duhai pahit sekali
Pada siapa aku berbagi
Kalau bukan padamu
Datanglah, kedatanganmu kutunggu
Telah lama, telah lama ‘ku menunggu

Wanita:
Selain dirimu kasih
Tiada yang lain lagi
Tempat menyandarkan diri
Mencurahkan isi hati

Lama sekali aku menanti
Kedatanganmu kekasih
Betapa hati tidak ‘kan sedih
‘Pabila aku sendiri

Sekian lama aku menunggu
Untuk kedatanganmu
Bukankah engkau telah berjanji
Kita jumpa di sini
Datanglah

Pria:
Kini ‘ku datang padamu
Senyumlah, sambutlah kedatanganku

‘Ku tahu engkau lama menunggu
Untuk kedatanganku
Memang sengaja ‘ku menggodamu
Ingin tahu hatimu
Senyumlah, sambutlah kedatanganku

Curahkan segala isi hatimu
 

Blogger news

Blogroll

About